Ide
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia
(KBBI), ide adalah rancangan yang tersusun di pikiran. Artinya sama dengan
gagasan atau cita-cita. Ide dalam kajian Filsafat Yunani maupun Filsafat Islam
menyangkut suatu gambaran imajinal utuh yang melintas cepat. Misalnya ide
tentang sendok, muncul dalam bentuk sendok yang utuh di pikiran. Selama ide
belum dituangkan menjadi suatu konsep dengan tulisan maupun gambar yang nyata,
maka ide masih berada di dalam pikiran.
Ide yang sudah dinyatakan menjadi
suatu perbuatan adalah karya cipta. Untuk mengubah ide menjadi karya cipta dilakukan
serangkaian proses berpikir yang logis dan seringkali realisasinya memerlukan
usaha yang terus menerus sehingga antara ide awal yang muncul di pikiran dan
karya cipta satu sama lain saling bersesuaian sebagai kenyataan. Alam Pikiran
Yunani menjangkau pengertian Ide Ideal atau Ide Sempurna. Dari pemikiran
tentang yang sempurna itu lahirlah gagasan-gagaan tentang ketuhanan sebagai Ide
Ideal Tertinggi yang dapat dipikirkan dan dirasakan oleh manusia keberadaannya
yaitu tentang Pencipta Makhluk atau Tuhan.
Cerita
Cerita adalah penuturan tentang suatu
kejadian.Dari cerita tersebut , kita dapat mengetahui di mana , bangaimana ,
dan apa yang dialami oleh pelaku cerita dari awal sampai akhir , Pelaku cerita
dapat manusia , binatang ,maupun , manusia.
Pada zaman dahulu cerita dapat
dituturkan secara lisan . Di tempat pesta biasanya diramaikan oleh tukang
cerita . Fungsinya sebagai penghibur . berfungsi sama demgan penyanyi dan
penari.
Karangan pendek yang berbentuk prosa
yang mengisahkan tentang suatu peristiwa disajikan secara singkat yang bertema
anak-anak disebut cerita pendek anak-anak.
Skenario
Skenario adalah blue print sebuah
film. Kalau seorang arsitek membuat sebuah rumah, maka dia akan menuangkan
bentuk cetak birunya pada sebuah kertas, sebelum rumah itu dirancang. Ketika pembuatan
desain semua diperhitungkan. Tiap ruang dirancang berikut ukurannya, lalu
setelah baru dibuat. Yup skenario pun begitu.
Kita mungkin tidak bisa membuat
sebuah film kalau tidak ada rancang bangun ceritanya. Makanya pembuatan awal
sebuah film ya skenario. Disana ada rancang alur cerita, kisah yang bergulir,
alur, karaketer, tokoh, percakapan, dan deskripsi tempat. Dari skenariolah
sutradara tahu tempat lokasi yang cocok dengan skenario.
Macam macam skenario :
1.
Skenario untuk membuat film
Skenario ini jenis yang umum dikenal
orang. Gunanya tentu saja untuk membuat film layar lebar. Pembuatannya dipusatkan
pada deskripsi ekspresi pemain dan alur yang lebih cepat. Biasanya skenario film berdurasi 90 menit, dan harus selesai. Untuk
membuat skenario film tidak bisa langsung jadi. Biasanya akan ada rapat untuk
mendiskusikan apakah skenario ini bisa diesksekusikan dilapangan atau tidak.
2.
Skenario untuk membuat sinetron
Skenario ini disebut juga cerita
bersambung, karena dikhususkan untuk sinetron. Biasanya karena kebanyakan
skenario ini kejar tayang tidak mengalami revisi dan uji kelayakan, layaknya
skenario film.
3.
Skenario untuk membuat sitkom
Skenario yang satu ini tehniknya
tidak jauh berbeda tehniknya dengan membuat skenario biasa. Namun seorang
sutradara dan penulis skenario sitkom terkenal bernama Aris Nurgraha,
mengembangkan caranya sendiri untuk membuat sitkom. Dia membuat sitkom tersebut
tiga sampai empa babak. Tiap satu babak berakhir terputus oleh iklan dan
berlanjut dengan kisah yang baru dan berjalan lagi. Setiap pemutusan adegan dibuat
lucu dan dramatis, namun tidak membuat berhenti untuk menontonnya.
4.
Skenario untuk membuat iklan
Untuk membuat skenario yang satu ini,
tentu saja berbeda. Karena bentuknya
untuk iklan dan durasinya sangat pendek.
Skenario iklan biasa disebut skrip iklan. Jadi, jangan salah. Semua tayangan
iklan yang sering kita tonton ditayangkan televisi kita buat juga berdasarkan
skenario.
5.
Skenario untuk membuat video clip
Senang menontong video clip. Pasti senang
dong. Apalagi dalam video clip tersebut ada ceritanya. Seperti video clip
micheal jackson dengan judul lagunya Triller, yang isi video clipnya para zombi
bangkit dari kubur. Video clip
kebanyakan berkisah lewat gambar dan acting pemain, maka itu skenarionya
pun tidak neko neko. Biasanya hanya
berupa sinopsis saja, selebihnya adalah ranah sutradara yang mengaturnya.
6.
Skenario untuk membuat film animasi.
Suka film animasi ? bahkan terkagum
kagum bagaimana membuat sebuah media gambar yang bergerak dengan kisah yang
apik. Yang satu ini bisa dikategorikan sebagai fillm, namun namanya film
animasi. Yang mungkin jadi pertanyaannya adalah mana yang dulu dibuat, gambar
atau animasinya dahulu atau skenarionya dahulu. Yang benar adalah skenarionya
dahulu. Setelah itu baru pada dubing
suara baru setelah itu gambar. Gambar menyesuaikan dengan pengisi suara. Kebayangkan,
ketika skenario dibuat, para dubber harus benar benar memahami karakter suara
yang dibawakan dan bisa membawakannya dengan baik.
7.
Skenario untuk membuat film pendek
Film pendek dibuat berdurasi 10-20
menit. Umumnya hanya 15 menit. Dalam waktu pendek itu kisah harus terjalin
dengan kuat. Bayangkan, bagaimana membuat sebuah cerit a yang padu dan memiliki
jalinan kuat dalam waktu 15 menit ? seringkali di internet diiklankan lomba
membuat film pendek. Banyak orang yang berpartisipasi. Macam macam kisah yang
bergulir. Yang seringkali mengadakan lomba skenario film pendek adalah LA
Light. Merk rokok yang satu ini memang sedang gencar gencarnya menghidupkan
kreativitas, baik dalam berfilm maupun dalam bermusik.
Tahapan Produksi Film Pra-Produksi :
1. Script (Skenario)
2. Casting
3. Budgeting
Istilah-istilah yang biasa digunakan dalam penulisan Skenario
Fade in : Ketika adegan baru dimulai pertama kali.
Fade out : Ketika sebuah babak
berakhir dan kemudian diselingi oleh iklan sebelum memulai babak baru. Atau
ketika sebuah episode berakhir dan akan bersambung ke episode selanjutnya.
Cut to : Perpindahan dari satu adegan
ke adegan lain secara berkesinambungan.
Dissolve to : mirip dengan cut to
tapi dipergunakan untuk adegan masa lalu (flashback) yang memiliki durasi cukup
panjang.
V.O (voice over) : hanya terdengar
suara. Biasanya digunakan untuk narasi atau untuk suara dalam hati si tokoh.
O.S (Off scene) : suara pemain
terdengar lebih dahulu sebelum sosoknya sendiri muncul.
Flashback : adegan masa lalu.
Flashback ini bisa berlangsung sebentar, bisa juga agak lama.
POV : point of view, yaitu melihat
sesuatu dari sudut pandang seorang tokoh
VFX (visual effect dan SFX) : sound effect. VFX dan SFX ini
biasa dipakai jika ada adehgan yang sulit divisualisasikan.
Progress jika naskah langsug ke
stasiun TV
- Penulisan skenario
- Diajukan ke bagian program
- Dipreview lalu dikembalikan untuk
revisi
- Revisi oleh penulis
- Disetujui bagian program TV
- Diserahkan ke PH
- Siap Shooting
Berikut ini adalah langkah-langkah sederhana
membuat skenario film:
1. IDE CERITA
Film itu sebuah cerita bergambar dan
bersuara. Karena sebuah cerita, jadi kamu harus punya cerita yang dianggap
menarik untuk difilmkan. Dari mana datangnya ide? Ide banyak. Ada di mana-mana.
Tinggal kamu buka lebar-lebar semua indera kamu. Kamu bakal mendengar, merasa,
melihat, mengecap, dan mencium ide.
2. SIAPKAN SINOPSISNYA
Sekalipun film dan cerpen atau novel
sama-sama sebuah cerita, tetapi ada perbedaan. Perbedaannya pada medium yang
digunakan. Seperti disebutkan pada nomor satu, film menggunakan medium gambar
dan suara. Sedangkan cerpen dan novel menggunakan medium teks.
Sementara sinopsis sendiri memiliki
arti penting dalam pembuatan skenario, yaitu sebagai pijakan. Kita akan
kesusahan bikin skenario bila kita tidak tahu sinopsis ceritanya. Akan sama
sulitnya kita akan bikin sinopsis bila tidak punya ide cerita.
Bila yang kamu bikin bukan film lepas
(FTV/layar lebar), melainkan sinetron, maka selain menyiapkan sinopsis global,
kamu juga harus menyiapkan sinopsis per episode yang tentu saja lebih detail
dibanding dengan sinopsis global.
3. BIKIN LOGLINE/PREMIS
Logline atau premis bertujuan untuk
memperjelas film apa yang kamu buat. Logline sejenis iklan. Logline yang bagus
akan menarik orang untuk menonton film yang kita buat. Agar mudah membuat
logline, Richard Krevolin memberikan pola kalimat sebagai berikut: bagaimana
jika…… dan kemudian……. Contoh: bagaimana jika orang yang kamu siksa adalah
orang yang akan menolong kamu dan kamu tidak tahu. Kalimatnya dibikin sederhana
menjadi: yang kamu siksa adalah penolongmu yang tidak kamu ketahui.
Untuk lebih jelas tentang logline,
kamu bisa melihat cover-cover film. Di sana ada kalimat-kalimat yang menarik.
Itulah logline atau premis.
4. TREATMEN
Treatmen ini pembabakan. Sebuah film
umumnya tiga babak. Sinopsis itu harus dipecah ke dalam tiga babak ini. Babak
pertama sebagai pengenalan seting, tokoh, dan awal masalahnya. Babak kedua
sebagai bagian berkecamuknya masalah. Babak ketiga sebagai penyelesaiannya.
Yang tiga babak ini disebut dengan
struktur tiga babak (tree acts structure). Ada juga yang disebut struktur sembilan
babak (nine acts structure), sebagai pengembangan dari yang tiga babak. Yang
sembilan babak ini terdiri dari:
· Babak 1: kejadian buruk menimpa orang lain.
· babak
2: pengenalan tokoh utama (protagonis).
· Babak 3: kejadian buruk menimpa protagonis,
atau terlibat/dilibatkan kepada masalah orang lain pada babak 1.
· Babak 4: protagonis dan antagonis
· Babab
5: protagonis berusaha keluar dari masalah
· Babak
6: protagonis salah mengambil jalan
· Babak
7: protagonis mendapat pertolongan
· Babak
8: protagonis berusaha keluar dari masalah lagi
· Babak
9: protagonis dan antagonis berperang, menyelesaikan masalahnya
5. OUTLINE SCENE/SCENE PLOT
Sekarang saatnya membuat outline
scene/scene plot. Outline scene/scene plot adalah rencana peristiwa-peristiwa
yang akan diambil (disyut). Pembuatan outline scene/scene plot akan mempermudah
pembuatan skenario.
PERTANYAAN PENTING
Ada 7 pertanyaan penting yang harus
dijawab penulis skenario agar skenarionya bagus. Tujuh pertanyaan itu ialah:
1. Siapa tokoh utamanya?
2. Apa yang diinginkan oleh tokoh
utama?
3. Siapa antaginisnya? Apa hal yang
menghalangi tercapainya keinginan protagonis?
4. Bagaimana protagonis bisa mencapai
keinginannya?
5. Apa pesan yang ingin kamu
sampaikan dalam cerita itu?
6. Bagaimana kamu nyeritain cerita
itu?
7. Bagaimana perubahan nasib
tokoh-tokohnya?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar