 |
| Seno - KPI FAI UIKA |
Bogor merupakan sebuah kota yang tumbuh sebagai kota penyangga Ibukota negara republik indonesia Jakarta. Menurut data propinsi jawa barat bidang kependudukan, jumlah penduduk kota bogor adalah sekitar 4.966.621 jiwa pada sensus penduduk 2012. Sedangkan penduduk jakarta adalah 9. 607.787 jiwa menurut sensus penduduk dki jakarta. Ini, artinya Bogor memiliki setengahnya penduduk jakarta yang mereka harus melakukan mobilitas di kota ini. Banyak dari penduduk kota Bogor bekerja di Daerah Ibukota negara yaitu Jakarta. Kaum pekerja ini sering disebut juga sebagai kaum commuter, yaitu bertempat tinggal di Bogor dan Bekerja di Jakarta. anda bayangkan, jika seperempatnya saja katakanlah melakukan kommuter tiap hari pagi dan petang tentu bisa di bayangkan betapa banyaknya jumlah manusia pada jam berangkat kantor, dan pada jam pulang kantor pada sore harinya. menurut dara KCJ (Kereta Commuter Jabodetabek )saja sehari terdapat 300.000 penumpang. bisa di bayangkan bagaimana riuh sesaknya. itu baru kereta api, belum lagi sepeda motor yang berjumlah 5.313.995 unit yang beredar di Jakarta. Yang tak bisa naif memang kita akui bahwa mungkin seperempatnya itu di sumbang dari kota Bogor.
Itu adalah sedikit ulasan data kendaraan kaum commuter. Ya, kita beralih sejenak lah dari rumitnya transportasi dari dan ke ibukota. sekarang kita akan membahas transportasi kota bogor. Bogor, di kenal oleh sebagian orang sebagai "KOTA SEJUTA ANGKOT", ya, anda tahu lah mengapa dijuluki seperti itu, sebuah pernyataan yang sangat " HIPERBOL' atau berlebihan. Dari data DLLAJ( dinas lalu lintas angkutan jalan ) kota bogor, mencatat bahwa jumlah angkot di kota ini hanya sebanyak 3.412 unit. Jauh sekali dengan sejuta angkot yang beredar di masyarakat. Tapi, mengapa di ktakan sebagai kota sejuta angkot? ya, kita tahu lah para ulah supir angkot yang se enaknya berhenti di sembarang tempat bahkan "ngetem" yang membuat kota bogor jadi macet akibat ulah para supir angkot yang tidak disiplin. Ya, jadi, tak berlebihan lah jika di sebut kota sejuta angkot. karena sampai sampai terlalu sering "ngetem" yang membuat jalanan jadi macet. jika jumlah angkot itu 3.412 unit, yang artinya mereka ngetem semua di seluruh jalan, wah, maka bisa dibayangkan lah bagaimana macetnya kota ini.
Oleh: Seno Wikantyoso
Tidak ada komentar:
Posting Komentar