Ide, Cerita dan Skenario ( Arini Kurnia )



Ide
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ide adalah rancangan yang tersusun di pikiran. Artinya sama dengan gagasan atau cita-cita. Ide dalam kajian Filsafat Yunani maupun Filsafat Islam menyangkut suatu gambaran imajinal utuh yang melintas cepat. Misalnya ide tentang sendok, muncul dalam bentuk sendok yang utuh di pikiran. Selama ide belum dituangkan menjadi suatu konsep dengan tulisan maupun gambar yang nyata, maka ide masih berada di dalam pikiran.
Ide yang sudah dinyatakan menjadi suatu perbuatan adalah karya cipta. Untuk mengubah ide menjadi karya cipta dilakukan serangkaian proses berpikir yang logis dan seringkali realisasinya memerlukan usaha yang terus menerus sehingga antara ide awal yang muncul di pikiran dan karya cipta satu sama lain saling bersesuaian sebagai kenyataan. Alam Pikiran Yunani menjangkau pengertian Ide Ideal atau Ide Sempurna. Dari pemikiran tentang yang sempurna itu lahirlah gagasan-gagaan tentang ketuhanan sebagai Ide Ideal Tertinggi yang dapat dipikirkan dan dirasakan oleh manusia keberadaannya yaitu tentang Pencipta Makhluk atau Tuhan.


Cerita
Cerita adalah penuturan tentang suatu kejadian.Dari cerita tersebut , kita dapat mengetahui di mana , bangaimana , dan apa yang dialami oleh pelaku cerita dari awal sampai akhir , Pelaku cerita dapat manusia , binatang ,maupun , manusia.
Pada zaman dahulu cerita dapat dituturkan secara lisan . Di tempat pesta biasanya diramaikan oleh tukang cerita . Fungsinya sebagai penghibur . berfungsi sama demgan penyanyi dan penari.
Karangan pendek yang berbentuk prosa yang mengisahkan tentang suatu peristiwa disajikan secara singkat yang bertema anak-anak disebut cerita pendek anak-anak.


Skenario
Skenario adalah blue print sebuah film. Kalau seorang arsitek membuat sebuah rumah, maka dia akan menuangkan bentuk cetak birunya pada sebuah kertas, sebelum rumah itu dirancang. Ketika pembuatan desain semua diperhitungkan. Tiap ruang dirancang berikut ukurannya, lalu setelah baru dibuat. Yup skenario pun begitu.
Kita mungkin tidak bisa membuat sebuah film kalau tidak ada rancang bangun ceritanya. Makanya pembuatan awal sebuah film ya skenario. Disana ada rancang alur cerita, kisah yang bergulir, alur, karaketer, tokoh, percakapan, dan deskripsi tempat. Dari skenariolah sutradara tahu tempat lokasi yang cocok dengan skenario.
Macam macam skenario :
1.      Skenario untuk membuat film
Skenario ini jenis yang umum dikenal orang. Gunanya tentu saja untuk membuat film layar lebar. Pembuatannya dipusatkan pada deskripsi ekspresi pemain dan alur yang lebih cepat. Biasanya skenario  film berdurasi 90 menit, dan harus selesai. Untuk membuat skenario film tidak bisa langsung jadi. Biasanya akan ada rapat untuk mendiskusikan apakah skenario ini bisa diesksekusikan dilapangan atau tidak.

2.      Skenario untuk membuat sinetron
Skenario ini disebut juga cerita bersambung, karena dikhususkan untuk sinetron. Biasanya karena kebanyakan skenario ini kejar tayang tidak mengalami revisi dan uji kelayakan, layaknya skenario film.

3.      Skenario untuk membuat sitkom
Skenario yang satu ini tehniknya tidak jauh berbeda tehniknya dengan membuat skenario biasa. Namun seorang sutradara dan penulis skenario sitkom terkenal bernama Aris Nurgraha, mengembangkan caranya sendiri untuk membuat sitkom. Dia membuat sitkom tersebut tiga sampai empa babak. Tiap satu babak berakhir terputus oleh iklan dan berlanjut dengan kisah yang baru dan berjalan lagi. Setiap pemutusan adegan dibuat lucu dan dramatis, namun tidak membuat berhenti untuk menontonnya.

4.      Skenario untuk membuat iklan
Untuk membuat skenario yang satu ini, tentu saja berbeda.  Karena bentuknya untuk iklan dan durasinya sangat pendek.  Skenario iklan biasa disebut skrip iklan. Jadi, jangan salah. Semua tayangan iklan yang sering kita tonton ditayangkan televisi kita buat juga berdasarkan skenario.

5.      Skenario untuk membuat video clip
Senang menontong video clip. Pasti senang dong. Apalagi dalam video clip tersebut ada ceritanya. Seperti video clip micheal jackson dengan judul lagunya Triller, yang isi video clipnya para zombi bangkit dari kubur.  Video clip kebanyakan berkisah lewat gambar dan acting pemain, maka itu skenarionya pun  tidak neko neko. Biasanya hanya berupa sinopsis saja, selebihnya adalah ranah sutradara yang mengaturnya.

6.      Skenario untuk membuat film animasi.
Suka film animasi ? bahkan terkagum kagum bagaimana membuat sebuah media gambar yang bergerak dengan kisah yang apik. Yang satu ini bisa dikategorikan sebagai fillm, namun namanya film animasi. Yang mungkin jadi pertanyaannya adalah mana yang dulu dibuat, gambar atau animasinya dahulu atau skenarionya dahulu. Yang benar adalah skenarionya dahulu.  Setelah itu baru pada dubing suara baru setelah itu gambar. Gambar menyesuaikan dengan pengisi suara. Kebayangkan, ketika skenario dibuat, para dubber harus benar benar memahami karakter suara yang dibawakan dan bisa membawakannya dengan baik.

7.      Skenario untuk membuat film pendek
Film pendek dibuat berdurasi 10-20 menit. Umumnya hanya 15 menit. Dalam waktu pendek itu kisah harus terjalin dengan kuat. Bayangkan, bagaimana membuat sebuah cerit a yang padu dan memiliki jalinan kuat dalam waktu 15 menit ? seringkali di internet diiklankan lomba membuat film pendek. Banyak orang yang berpartisipasi. Macam macam kisah yang bergulir. Yang seringkali mengadakan lomba skenario film pendek adalah LA Light. Merk rokok yang satu ini memang sedang gencar gencarnya menghidupkan kreativitas, baik dalam berfilm maupun dalam bermusik.

Tahapan Produksi Film  Pra-Produksi :
1. Script (Skenario)
2. Casting
3. Budgeting

Istilah-istilah yang biasa digunakan dalam penulisan Skenario
Fade in            : Ketika adegan baru dimulai pertama kali.
Fade out : Ketika sebuah babak berakhir dan kemudian diselingi oleh iklan sebelum memulai babak baru. Atau ketika sebuah episode berakhir dan akan bersambung ke episode selanjutnya.
Cut to : Perpindahan dari satu adegan ke adegan lain secara berkesinambungan.
Dissolve to : mirip dengan cut to tapi dipergunakan untuk adegan masa lalu (flashback) yang memiliki durasi cukup panjang.
V.O (voice over) : hanya terdengar suara. Biasanya digunakan untuk narasi atau untuk suara dalam hati si tokoh.
O.S (Off scene) : suara pemain terdengar lebih dahulu sebelum sosoknya sendiri muncul.
Flashback : adegan masa lalu. Flashback ini bisa berlangsung sebentar, bisa juga agak lama.
POV : point of view, yaitu melihat sesuatu dari sudut pandang seorang tokoh
VFX (visual effect  dan SFX) : sound effect. VFX dan SFX ini biasa dipakai jika ada adehgan yang sulit divisualisasikan.
Progress jika naskah langsug ke stasiun TV
- Penulisan skenario
- Diajukan ke bagian program
- Dipreview lalu dikembalikan untuk revisi
- Revisi oleh penulis
- Disetujui bagian program TV
- Diserahkan ke PH
- Siap Shooting


Berikut ini adalah langkah-langkah sederhana membuat skenario film:
1. IDE CERITA
Film itu sebuah cerita bergambar dan bersuara. Karena sebuah cerita, jadi kamu harus punya cerita yang dianggap menarik untuk difilmkan. Dari mana datangnya ide? Ide banyak. Ada di mana-mana. Tinggal kamu buka lebar-lebar semua indera kamu. Kamu bakal mendengar, merasa, melihat, mengecap, dan mencium ide.

2. SIAPKAN SINOPSISNYA
Sekalipun film dan cerpen atau novel sama-sama sebuah cerita, tetapi ada perbedaan. Perbedaannya pada medium yang digunakan. Seperti disebutkan pada nomor satu, film menggunakan medium gambar dan suara. Sedangkan cerpen dan novel menggunakan medium teks.
Sementara sinopsis sendiri memiliki arti penting dalam pembuatan skenario, yaitu sebagai pijakan. Kita akan kesusahan bikin skenario bila kita tidak tahu sinopsis ceritanya. Akan sama sulitnya kita akan bikin sinopsis bila tidak punya ide cerita.
Bila yang kamu bikin bukan film lepas (FTV/layar lebar), melainkan sinetron, maka selain menyiapkan sinopsis global, kamu juga harus menyiapkan sinopsis per episode yang tentu saja lebih detail dibanding dengan sinopsis global.

3. BIKIN LOGLINE/PREMIS
Logline atau premis bertujuan untuk memperjelas film apa yang kamu buat. Logline sejenis iklan. Logline yang bagus akan menarik orang untuk menonton film yang kita buat. Agar mudah membuat logline, Richard Krevolin memberikan pola kalimat sebagai berikut: bagaimana jika…… dan kemudian……. Contoh: bagaimana jika orang yang kamu siksa adalah orang yang akan menolong kamu dan kamu tidak tahu. Kalimatnya dibikin sederhana menjadi: yang kamu siksa adalah penolongmu yang tidak kamu ketahui.
Untuk lebih jelas tentang logline, kamu bisa melihat cover-cover film. Di sana ada kalimat-kalimat yang menarik. Itulah logline atau premis.

4. TREATMEN
Treatmen ini pembabakan. Sebuah film umumnya tiga babak. Sinopsis itu harus dipecah ke dalam tiga babak ini. Babak pertama sebagai pengenalan seting, tokoh, dan awal masalahnya. Babak kedua sebagai bagian berkecamuknya masalah. Babak ketiga sebagai penyelesaiannya.
Yang tiga babak ini disebut dengan struktur tiga babak (tree acts structure). Ada juga yang disebut struktur sembilan babak (nine acts structure), sebagai pengembangan dari yang tiga babak. Yang sembilan babak ini terdiri dari:
  · Babak 1: kejadian buruk menimpa orang lain.
  · babak 2: pengenalan tokoh utama (protagonis).
  · Babak 3: kejadian buruk menimpa protagonis, atau terlibat/dilibatkan kepada masalah orang lain    pada babak 1.
  · Babak 4: protagonis dan antagonis
  · Babab 5: protagonis berusaha keluar dari masalah
  · Babak 6: protagonis salah mengambil jalan
  · Babak 7: protagonis mendapat pertolongan
  · Babak 8: protagonis berusaha keluar dari masalah lagi
  · Babak 9: protagonis dan antagonis berperang, menyelesaikan masalahnya

5. OUTLINE SCENE/SCENE PLOT
Sekarang saatnya membuat outline scene/scene plot. Outline scene/scene plot adalah rencana peristiwa-peristiwa yang akan diambil (disyut). Pembuatan outline scene/scene plot akan mempermudah pembuatan skenario.


PERTANYAAN PENTING
Ada 7 pertanyaan penting yang harus dijawab penulis skenario agar skenarionya bagus. Tujuh pertanyaan itu ialah:

1. Siapa tokoh utamanya?
2. Apa yang diinginkan oleh tokoh utama?
3. Siapa antaginisnya? Apa hal yang menghalangi tercapainya keinginan protagonis?
4. Bagaimana protagonis bisa mencapai keinginannya?
5. Apa pesan yang ingin kamu sampaikan dalam cerita itu?
6. Bagaimana kamu nyeritain cerita itu?
7. Bagaimana perubahan nasib tokoh-tokohnya?

1 komentar:

  1. Casino - Dr.MCD
    Casino. 여수 출장샵 Dr.MCD - Dr.MCD and Dr.MD. 광양 출장샵 Experience a 인천광역 출장샵 new world of fun when 과천 출장마사지 you 경상북도 출장샵 play the hottest slots, video poker, and more!

    BalasHapus